Assalamu’laikum warahmatullahi wabarakatuh.
Hai kanTI (rekan-rekan Teknik Informatika) UNH. Perkenalkan nama saya Hardi Yono. Saat ini saya adalah mahasiswa semester 1 Prodi Teknik Informatika Fakultas Ilmu Komputer (Filkom), Universitas Nurdin Hamzah. Saya lahir pada tanggal 13 Januari, dan tinggal di Dusun Wonsari, Desa Tebing Tinggi, Kecamatan Maro Sebo Ulu, Kabupaten Batanghari, Provinsi Jambi. Saya memiliki hobi memancing, badminton,dan bola kaki, kegiatan yang bagi saya bisa menjadi cara untuk menjaga keseimbangan antara belajar dan hiburan.
Perjalanan saya dalam dunia Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) di mulai pada tahun 2020, saat saya masih duduk di bangku kelas 2 MTS di Pondok Pesantren Daruttaqwa. Waktu itu, saya memberanikan diri untuk tampil di depan umum untuk pertama kalinya. Rasa gugup luar biasa, tapi disisi lain saya merasa bangga bisa melantunkan ayat-ayat suci Al-Qur’an. Sejak saat itu, saya mulai aktif mengikuti berbagai cabang lomba MTQ, baik tingkat dasa,pondok,maupun kecamatan. Dari setiap perlombaan, saya belajar banyak hal bukan hanya tentang teknik membaca Al-Qur’an,tetapi juga tentang mental kesabaran, dan keikhlasan.

Beberapa tahun terakhir, alhamdulillah saya diberi kesempatan untuk meraih beberapa penghargaan di ajang MTQ. Penghargaan itu antara lain :
2. Juara 2 MTQ Tingkat Desa, Cabang Tilawah Remaja, Tahun 2025.
3. Juara 1 MTQ Tingkat Pondok, Cabang Syarhil Qur’an, Tahun 2023.4. Peserta MTQ Tingkat Kecamatan, Cabang Syarhil Qur’an, Tahun 2022.
Saya selalu teringat pesan dari salah satu official, “Kita tidak perlu mengharapkan juara, tampil dengan sebaik mungkin dan jangan memalukan nama desa, itu sudah cukup. Jika Allah berkehendak memberi juara, maka itu adalah takdir terbaik”. Bagi saya musabaqoh tilawatil Qur’an (MTQ) bukan sekadar ajang perlombaan biasa merupakan ajang perlombaan membaca, menghafal dan memahami Al-Qur’an.dan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Salah satu momen yang paling berkesan adalah saat saya tampil di atas panggung MTQ lampu sorotan lampu terasa begitu terang, namun yang paling terasa adalah ketenangan yang muncul dari dalam diri. Saya memejamkan mata sejenak, mengambil nafas dalam-dalam, dan memohon kelancaran kepada Allah. Ketika ayat pertama saya lantunkan, semua kecemasan sirna. Yang ada hanya saya, Al-Quran, dan kerinduan untuk menyampaikannya seindah mungkin. Malam itu, saya merasakan pengalaman spiritual yang mendalam, seolah ayat-ayat yang saya baca tidak hanya keluar dari pita suara, tetapi juga dari lubuk hati yang paling dalam. Meskipun saya tidak menjadi juara pertama, pengalaman mengikuti MTQ memberikan pelajaran berharga.

Saya berharap di masa depan dapat kembali mengikuti MTQ dengan persiapan yang lebih matang dan semangat yang lebih besar. Saya juga ingin membuktikan bahwa mahasiswa Teknik Informatika UNH tidak hanya mampu di bidang teknologi, tetapi juga bisa berprestasi dalam bidang keagamaan dan moral.
Bagi teman-teman semua yang dulunya malas-malas untuk belajar marilah mulai sekarang rajin dan bangkitkan lagi semangat untuk belajar, dan kejarlah cita-cita, karena ada orang tua yang ingin melihat anaknya berhasil. “buatlah orang tuamu menangis karna keberhasilanmu,tapi jangan buat orang tu mu menangis karna kegagalanmu. “ gantungkan cita” mu setinggi langit tapi, jangan lupa bahwa kaki mu masih berpijak di bumi”. Sebelum saya tutup, ada satu pesan untuk diri sendiri dan teman semua, apabila kita sudah mendapatkan ilmu/sukses maka jangan lupa kita amalkan. Karena, ilmu yang tidak diamalkan bagaikan pohon yang tak berbuah. Kemudian jangan lupa juga ajarkan/bagikan ke orang lain, karena ilmu yang berkah itu adalah ilmu yang bermanfaat bagi diri sendiri kemudian di ajarkan kepada orang lain.
Semoga perjalanan saya ini bisa menjadi motivasi bagi teman-teman mahasiswa lainnya untuk terus berjuang, teruslah belajar, jangan lah merasa puas dengan ilmu, lebih baik menangis sekarang karena pedihnya menuntut ilmu, daripada menangis dikemudian hari karena penyesalan tanpa ilmu. Pepatah mengatakan tuntutlah ilmu sampai ke negeri china. Dan tidak hanya untuk mencari nilai atau penghargaan, tetapi juga untuk membangun karakter, iman, dan akhlak.
Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.Penulis : Hardi Yono (Mahasiswa Teknik Informatika Universitas Nurdin Hamzah)
